Creating a life we love ~ FaithFamilyFeline

12 Mei 2025, genap 5 tahun kami terpisah jasad dengan Ayah. 

Perjalanan yang sedikit payah dan pengalaman meneruskan hidup yang tidak mudah ketika kami kehilangan figura seorang lelaki bernama Ayah. 

Sudah separuh dekad Ayah tiada namun kami masih ingat segalanya tentang dia.

Ayah pulang kepada Tuhan Pencipta Alam di awal pagi yang nyaman dan tenang, tanggal 19 Ramadan 1441H.

Rezeki Ayah berakhir dalam bulan Islam kesembilan, bulan mulia yang penuh barakah, bulan yang berhimpun banyak kebaikan. Nafas Ayah terhenti dalam bulan yang paling dia kasihi, dalam waktu ketika malaikat turun membawa rahmat. Ayah berpindah ke rumah baru tepat malam ke-20 Ramadan, permulaan sepuluh hari terakhir memburu lailatul qadar.

Tangisan kami meskipun tidak berbunyi tetapi ia sarat dengan rasa kehilangan. Ruang kosong yang ditinggalkan terasa benar-benar sunyi, tiada ganti. Ayah yang dikasihi, pergi tidak kembali.

Lelah kami belum habis, Qayyim pula menyusul Ayah, kembali ke negeri abadi. Rindu yang sedia ada semakin bertambah dengan rindunya kami pada Qayyim. Berat dugaan kami ni Ayah. Sangat berat tapi kami pasrah dan berserah.

Ada ketika kami tertanya-tanya, adakah Ayah dan Qayyim bertemu di alam sana. Pertemuan tokwan dan cucu lelaki sulung kesayangan. Pertemuan dua sahabat akrab. Pertemuan dua roh yang pergi bersama kebaikan.

Sedalam manakah kasih sayang kalian berdua sehingga takdir menentukan, perpisahan kalian di dunia tidak lama. 

Kisah mimpi Qayyim tentang tokwan yang menyambut dan merangkulnya erat, akan kami ingat selagi Allah izinkan kami mengingat. Ia berlaku tidak lama sebelum Qayyim tinggalkan kami pula. Itulah yang buatkan kami terpana.

Dua cinta hati kami sekeluarga telah tiada. 

Namun kasih, rindu dan doa kami sentiasa ada buat kalian berdua. Hanya kami juga menanti masa, untuk bertemu dan bersama kalian semula.


Comments

Leave a Reply

Discover more from mommycathomey

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading