๐๐ถ๐๐ถ๐ป๐ด ๐๐ถ๐๐ต ๐๐ฟ๐ถ๐ฒ๐ณ
๐ธ๐๐๐ ๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐
๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ด
Kehilangan buatkan manusia lemah dan rapuh. Jatuh terduduk, hati retak dan merasa dunia sudah hancur lebur.
Hilang rasa memiliki.
Hilang nikmat mempunyai.
Yang muncul hanyalah rasa kesal yang tertahan. Yang tinggal cuma rasa rugi yang bertindan.
Lalu akal mencipta soalan yang tiada jawapan. Teka-teki yang menambah keraguan.
Emosi sedih yang dilayan berlebihan, akan bertukar menjadi duka yang dalam. Semakin kuat rasa duka itu, ia bagaikan graviti yang menarikmu jatuh. Semakin kuat bergelut dengan rasa jatuh itu, semakin dalam kau tenggelam.
Saat itu, kita tak perlukan nasihat yang panjang. Hanya satu ruang kecil untuk menjadi diri sendiri.
Ramadan hadir sebagai ruang itu.
Ruang yang hadir seketika dalam masa yang terbatas tetapi membuka pintu kebaikan seluasnya dan menutup pintu keburukan serapatnya.
Ruang yang kalau dimanfaatkan sebaik mungkin, akan menghidupkan jiwamu semula.
Jatuh, tidak perlukan usaha.
Cukup satu takdir yang merobek rasa.
Bangkit, perlukan masa.
Ia tentang doa yang diulang-ulang.
Tentang sabar yang tak didendang.
Juga tentang perjuangan yang tidak dilihat orang.
Mudah untuk jatuh.
Namun payah untuk bangkit kembali.
Tiada siapa upaya menarikmu untuk berdiri kecuali Allah – yang menguji bukan untuk menghancurkanmu tetapi membentukmu menjadi hamba yang DIA redhai.
#mommycathomey
#strongerwithfaith
#livingwithgrief
#Ramadanedition
#lifeafterloss


Leave a Reply