Creating a life we love ~ FaithFamilyFeline

Living with Grief – Hari 15

๐—Ÿ๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐˜„๐—ถ๐˜๐—ต ๐—š๐—ฟ๐—ถ๐—ฒ๐—ณ

๐ธ๐‘‘๐‘–๐‘ ๐‘– ๐‘…๐‘Ž๐‘š๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘›

๐‘€๐‘’๐‘˜๐‘Žโ„Ž, 1447 ๐ป๐‘–๐‘—๐‘Ÿ๐‘Žโ„Ž

๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐Ÿญ๐Ÿฑ

Kenangan itu,

Saat hadirnya tidak diundang, ia bagai tetamu yang tidak mahu dipandang. Saat datangnya ditunggu, ia disambut mesra di muka pintu.

Kenangan itu membahagiakan saat dikenang ketika semuanya ada dan sempurna. Namun, ia jadi duri yang menusuk ketika muncul dalam duka.

Dalam menerima satu kehilangan, kenangan selalu membawa satu rasa bersamanya.

Rindu.

Ia lebih menyakitkan berbanding kehilangan itu sendiri. Satu rasa yang tidak dapat dipegang untuk memujuk hati yang berduka. Tiada tenang saat ia tiba. 

Gelisah, dan hati makin terluka.

Hujungnya, 

Di tanah barakah ini, aku memilih tenang. 

Aku mencari damai di sebalik pusingan tawafku. Aku bina percaya di antara langkah saeiku. Aku bawa rasa rindu ini dalam sujudku, menyebut namanya dalam doaku yang tulus.

Agar kenangan itu menjadi indah dan jalan paling mudah aku dekat pada-Nya.

Kehilangan yang meresahkan ini, rupanya jalan kembali kepada rasa tenang yang hampir hilang.

#mommycathomey

#strongerwithfaith

#livingwithgrief

#Ramadanedition

#lifeafterloss


Comments

Leave a Reply

Discover more from mommycathomey

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading